<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Something Left Unsaid</title>
	<atom:link href="http://arelicharelzh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arelicharelzh.wordpress.com</link>
	<description>some unorganized things that comes in uncertain time</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Dec 2011 12:05:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arelicharelzh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0456e8a2fcd4c84862f14a780a3b8b50?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Something Left Unsaid</title>
		<link>http://arelicharelzh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arelicharelzh.wordpress.com/osd.xml" title="Something Left Unsaid" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arelicharelzh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Corat coret Jakarta</title>
		<link>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/27/corat-coret-jakarta/</link>
		<comments>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/27/corat-coret-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 11:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arel</dc:creator>
				<category><![CDATA[mbolang]]></category>
		<category><![CDATA[rute krl jabodetabek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arelicharelzh.wordpress.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah cerita pengalaman kali pertama saya mbolang sendirian ke ibukota Indonesia ini. Sebelumnya, pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta ya waktu Study Excursie, . Dan kali ini saya datang ke kota ini bukan untuk tujuan yang sangat krusial, melainkan hanya untuk liburan. Semua-semuanya tentang pengalaman pertama saya ngapa-ngapain di tempat ini. Sedikit lebay mungkin, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=542&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ini adalah cerita pengalaman kali pertama saya mbolang sendirian ke ibukota Indonesia ini. Sebelumnya, pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta ya waktu Study Excursie, <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Dan kali ini saya datang ke kota ini bukan untuk tujuan yang sangat krusial, melainkan hanya untuk liburan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Semua-semuanya tentang pengalaman pertama saya ngapa-ngapain di tempat ini. Sedikit lebay mungkin, hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rute KRL Jabodetabek</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya berangkat ke Jakarta setelah menunaikan tugas di Depok. *sok penting* <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Dari Depok saya naik KRL dari Stasiun UI ke arah kalau ngga Stasiun Tanah Abang ya Stasiun Jakarta Kota, yang jelas KRL ini melewati Stasiun Sudirman &#8211;tempat dimana saya seharusnya berhenti. Ini pertama kalinya saya naik KRL, dapetnya yang gerbong paling belakang &#8211;yang ternyata dua gerbong di depen dan dua gerbong di belakang dari sebuah KRL adalah gerbong khusus wanita. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Perjalanan Stasiun UI &#8211; Stasiun Sudirman memakan waktu sekitar 45-60 menit. Selama perjalanan, saya sesungguhnya galau, apa benar kereta tersebut akan langsung membawa saya ke Stasiun Sudirman ataukah saya harus oper dulu di Stasiun Manggarai? Jadi gara-garanya adalah saya lihat rute lama KRL yang tertempel di atas pintu kereta. Pada rute tersebut ada persimpangan di Manggarai, lurus ke arah Gambir atau belok kiri ke arah Tanah Abang &#8211;yang melewati Sudirman. Akhirnya setelah bertanya kanan-kiri, dan bertanya petugas, akhirnyta saya yakin saya tidak perlu turun di Manggarai untuk berganti kereta menuju Sudirman, tinggal duduk manis dan satu stasiun lagi saya sampai di Sudirman.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi anda-anda yang mungkin (gampang) bingung dan galau seperti saya, ada baiknya melihat rute KRL Jabodetabek yang baru berikut, di <em>print </em>atau dicatet atau disimpen di hp kalau perlu. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://livebeta.krl.co.id/images/stories/Peta%20Rute%20Loopline.jpg"><img class="  " title="Rute KRL" src="http://livebeta.krl.co.id/images/stories/Peta%20Rute%20Loopline.jpg" alt="Rute KRL" width="461" height="638" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Rute KRL Jabodetabek</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://livebeta.krl.co.id/images/stories/Peta%20Rute%20Loopline.jpg">http://livebeta.krl.co.id/images/stories/Peta%20Rute%20Loopline.jpg</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya di Stasiun Sudirman saya bingung, ini kenapa stasiun isinya cuman rel sama peron? Dimanaa dimanaa dimaanaa pintu keluar masuk stasiunnya? :hammer: Ternyata, terutama yang mengarah ke jalan besar Jend. Sudirman, pintu masuk/keluarnya ada di atas, jadi harus naik tangga dulu. *Bener-bener katrok* Okelah, yang penting.. Jekardaah.. I&#8217;m Coming.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-542"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya saya tahu seperti apa daerah Sudirman, tempatnya gedung-gedung tinggi, semacam jantung kota Jakarta *ya nggak sih* yang selalu rame sama orang-orang sibuk dan seringkali macet di jam pulang kantor &#8211;seperti ketika saya dalam perjalanan dengan metromini 640 menuju gedung BRI pusat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>No Pain, No Gain</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan saya begitu sampai Jakarta adalah ke Gedung BRI Pusat di daerah Sudirman, menghampiri <em>partner </em>sebagai orang yang harus bertanggung jawab kalau sampai saya ilang di Jakarta <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  dan Rina yang akan saya <em>sambangi </em>alias saya kunjungi alias tempat dimana saya akan menumpang menginap *repot amat bilang numpang -_-&#8221;*. Jadi karena hari itu adalah Jumat (23/12/11) yang merupakan hari kerja, dan yang pasti jam 4-5 mereka belum keluar kantor, makanya saya yang menghampiri kesana. Menurut tutorial dari <em>partner</em>, sekeluarnya saya dari Stasiun Sudirman saya harus menuju gedung BRI Pusat menggunakan Kopaja 19 atau Metromini 640 atau yang lain juga bisa, bilang turun di jembatan penyeberangan BRI. Karena tepat di depan stasiun di trotoarnya ada semacam pagar pembatas untuk menuju jalan raya, maka saya berjalan ke arah kiri mencari ujung pagar tersebut sambil menunggu sang Kopaja atau Metromini. Namun, semakin saya berjalan, ketika saya mau menghentikan sebuah kopaja, tiba-tiba saya melihat di depan ada jembatan penyeberangan dan tepat di seberang jalan ada gedung BRI. Langsung saya percepat langkah saya, menyeberangi jembatan dan muncul keraguraguan akan kebenaran gedung BRI yang saya tuju.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah tepar jalan kaki, dan mencium aroma-aroma salah gedung, saya putuskan untuk istirahat di masjid belakang gedung. Sebelumnya saya sudah sempat salah bertanya pada orang mengenai kebenaran gedung yang saya maksudkan, meskipun hampis yakin kalau salah, saya putuskan untuk terus berjalan ke arah belakang gedung untuk menuju masjid. FYI, hari itu sedari pagi saya sudah berjalan kaki kemana-mana dengan menggendong tas ransel dan membawa satu tas kertas jinjing *apalah namanya* plus <em>footwear </em>yang terlalu cantik (dan kebesaran) untuk digunakan berjalan kaki jarak jauh. Akhirnya, sembari numpang istirahat di masjid, numpang <em>charge </em>baterai HP, saya <em>ndlahom </em>memandangi gedung di depan masjid tersebut dan masih berharap saya tidak salah gedung. Namun takdir berkata lain *halah*. Menurut obrolan saya di telepon bersama &#8211;siapa lagi kalau bukan si&#8211; <em>partner </em>nampaknya positif saya salah gedung. Huow..artinya, saya harus kembali menyeberangi jembatan penyeberangan di depan gedung tersebut, lalu melanjutkan perjalanan dengan mencari metromini. *Intinya, saya kurang ke arah selatan lagi*</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat cerita, walau baterai HP belum penuh, dan kaki masih kaku semua, saya paksakan untuk bangkit dari masjid dan kembali berjalan ke arah depan gedung. Baru berjalan 50 meter sudah terasa kaki saya kram. &gt;.&lt; *Udah gitu bukannya ganti sendal malah tetep kekeuh pake sepatu pantofel kegedean yang terlalu cantik itu* Saya mulai tidak peduli, saya harus berjuang, tidak boleh menyerah. *pasang iket kepala*</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di depan gedung saya bertanya kepada bapak-bapak mengenai letak gedung BRI pusat yang saya maksud, katanya memang kurang ke arah selatan, walau bapaknya agak ragu-ragu. Akhirnya, saya berjalan menaiki jembatan penyeberangan dan kembali menyeberangi jalan untuk mencari kopaja 19/metromini 640. Saya sempat bertanya lagi pada polantas yang ada disana, ternyata memang benar, saya kurang ke selatan. Akhirnya begitu ada metromini 640 langsung saja saya melompat ke dalamnya dan berniat turun di Atmajaya sepertisaran pak polisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak tahu Atmajaya itu sebelah mana, saya sudah bilang kepada kenek metromini, tapi nampaknya beliau tidak terlalu menggubris. Akhirnya, takut terlewat, sepanjang perjalanan saya mengintip dari kaca sebelah kanan, mencari dua gedung besar bertuliskan BRI. Dan setelah bermacet-macet ria dengan metromini, sampailah saya di depan gedung BRI Pusat. *Ngepel keringet* Dan ternyata tempat saya turun dengan tangga naik jembatan penyeberangan jaraknya lumayan. Padahal tadinya sempet berenti lumayan lama si metromini di depan tangga naik itu, tapi karena saya tidak tahu kalau itu jembatan penyeberangan menuju gedung BRI pusat, makanya saya tidak turun. Walhasil bolak balik saya jadinya -_-&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, dengan sisa tenaga, demi keburu sore dan kasian si <em>partner </em>dan Rina yang uda nungguin, saya bergegas ngebut menyusuri jembatan. Dan begitu turun, langsung disambut oleh.. taraaaa&#8230; Manusia keren yang sedang makan pentol B-) *dah gitu gak bagi2 lagi pentol nya* X( Dan akhirnya saya <em>menguntit </em>(mengikuti, red) dia menuju plataran gedung BRI pusat tersebut untuk bertemu dengan Rina. *yay* Akhirnya berakhir sudah penyasaran ini. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Setelah bersusah payah memaksa kaki untuk berjalan lebih jauh dari biasanya, dan tekad yang lebih kuat dari baja (mengutip 5 cm, red) *halah* akhirnya pencarian selesai. Tapi, saya terlalu cepat gembira, karena ternyata kos Rina berada di belakang gedung BRI &#8211;yang harus berjalan juga sekitar mungkin hampir 1 km. Oke, tak apa, biar sekalian teparnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Dan sore itu atmosfir jekardah benar-benar terasa, gedung-gedung tinggi, jalanan yang nampak sibuk, orang-orang yang juga disibukkan oleh aktifitasnya masing-masing, aroma knalpot dan macet. Sayang sekali tiga hari disana saya tidak sempat mengabadikan pemandangan dari jembatan penyeberangan lantaran <em>memory</em> HP saya sudah penuh. <em>Next time </em>lah, insya Allah dalam acara mbolang  lainnya di ibukota Indonesia ini. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arelicharelzh.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arelicharelzh.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arelicharelzh.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arelicharelzh.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arelicharelzh.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arelicharelzh.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arelicharelzh.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arelicharelzh.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arelicharelzh.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arelicharelzh.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arelicharelzh.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arelicharelzh.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arelicharelzh.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arelicharelzh.wordpress.com/542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=542&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/27/corat-coret-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4a30fea743550bc186e13cbd295555b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arelicharelzh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://livebeta.krl.co.id/images/stories/Peta%20Rute%20Loopline.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rute KRL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>191211</title>
		<link>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/19/191211/</link>
		<comments>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/19/191211/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 14:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arel</dc:creator>
				<category><![CDATA[.photos]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arelicharelzh.wordpress.com/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Selamat ulang tahun Dini udd, smg menjadi pribadi yang lebih baik.. :* P.S : Klik gambar di atas<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=535&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Selamat ulang tahun Dini udd, smg menjadi pribadi yang lebih baik.. :*</p>
<p><a title="special present" href="http://bit.ly/sWTeOK" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-536" title="a" src="http://arelicharelzh.files.wordpress.com/2011/12/a.png?w=474&#038;h=175" alt="" width="474" height="175" /></a></p>
<p style="text-align:center;">P.S : Klik gambar di atas</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arelicharelzh.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arelicharelzh.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arelicharelzh.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arelicharelzh.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arelicharelzh.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arelicharelzh.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arelicharelzh.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arelicharelzh.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arelicharelzh.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arelicharelzh.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arelicharelzh.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arelicharelzh.wordpress.com/535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arelicharelzh.wordpress.com/535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arelicharelzh.wordpress.com/535/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=535&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/19/191211/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4a30fea743550bc186e13cbd295555b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arelicharelzh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arelicharelzh.files.wordpress.com/2011/12/a.png" medium="image">
			<media:title type="html">a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta Coret &#8211; Surprises</title>
		<link>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-surprises/</link>
		<comments>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-surprises/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 03:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arel</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[mbolang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arelicharelzh.wordpress.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Cerita sebelumnya dapat dinikmati disini. Tes hari kedua, (Minggu, 4/12/11)  dimulai pagi hari sekali jam 07.00 hingga siang hari 12.30. masih ada saja kejadian yang engga-engga. Yang bikin lemes. Banyak hal-hal yang tidak terduga terjadi hari itu. - Surprise #1 : Dari Ojek Gratis sampai Ojek Helm Kuning dan Selembar Uang Kuning Sebenarnya Mas Fahim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=502&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Cerita sebelumnya dapat dinikmati <a href="http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-2/" target="_blank">disini</a>. Tes hari kedua, (Minggu, 4/12/11)  dimulai pagi hari sekali jam 07.00 hingga siang hari 12.30. masih ada saja kejadian yang engga-engga. Yang bikin lemes. Banyak hal-hal yang tidak terduga terjadi hari itu.<span id="more-502"></span></p>
<p><strong>- <em>Surprise</em> #1 : Dari Ojek Gratis sampai Ojek Helm Kuning dan Selembar Uang Kuning</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya Mas Fahim bersedia mengantarkan ke Fakultas Teknik untuk tes hari kedua ini. Tetapi ada sesuatu, entah hari Minggu itu ada acara apa. Hampir semua gerbang akses menuju kampus UI Depok tertutup. Nampaknya sedang ada acara sepeda sehat dan mungkin beberapa acara lain yang mungkin juga acara tes SIMAK UI ini, sehingga banyak akses dari luar yang ditutup. Dari yang awalnya berencana dijemput sama Mas Fahim sekitar jam setengah 7 pagi, akhirnya tidak jadi karena letak kos Mas Fahim yang di luar area kampus dan akses terdekat menuju kampus dari kosnya juga ditutup, sedangkan kalau memutar, takut malah telat, ngga nutut waktunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya setelah menyantap perkedel, saya putuskan untuk naik ojek menuju Fakultas Teknik. Kalau hari Minggu gini di depan asrama sudah ada belasan ojek parkir lengkap dengan helm kuningnya. Seru diliatnya, hampir semua pakai helm kuning yang ada nomornya di bagian belakang. Jadi kalau hari Minggu, meskipun bikun ngga beroperasi, tapi tetep bisa kemana-mana dengan adanya si abang ojek. Saya pun menghampiri salah satu abang ojek, dan mengatakan tujuan yaitu Fakultas Teknik.</p>
<p style="text-align:justify;">Ojek pun melaju &#8211;lumayan kencang&#8211; menerjang dinginnya udara pagi di sekitar hutan UI, buset ini pak supir ojek, ini mbak-mbak pak, dah gitu dingin pagi-pagi  juga. &gt;.&lt; Ojek melaju melewati rute bikun warna biru, yaitu dari asrama, halte gerbatama, halte stasiun ui, dan belok ke halte fib dan seterusnya. Memakan waktu sekitar sepuluh menit untuk sampa ke Fakultas Teknik. Sesampainya disana sudah ramai mobil, taksi, ojek, sepeda motor berlalu lalang mengantar para peserta tes SIMAK UI.</p>
<p style="text-align:justify;">Turun dari ojek saya menyerahkan selembar uang lima ribuan, pak ojeknya berkata, &#8220;tujuh ribu mbak&#8221;. saya pun membuka dompet, namun yang ada selain selembar uang kertas kuning tadi adalah selembar lain yangn berwarna biru, alias lima puluh ribuan. Saya serahkan ke pak ojek, &#8220;wah, ngga ada kembalian mbak&#8221;. Duh, uang dua ribuan saya suda terlanjur saya tukarkan dengan perkedel-perkedel buat sarapan &gt;.&lt; Akhirnya saya katakan pada si bapak ojek bahwa tidak ada uang lain lagi, dan si bapak mengikhlaskan ongkos lima ribu tadi. Haduu, baru memulai pagi uda geje. -__-&#8221;</p>
<p><strong>- <em>Surprise</em> #2 : Pensilku Sayang Pensilku <del>Malang</del></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan tes pada hari pertama yang hanya diikuti sekitar 26 orang. Tes kali ini adalah tes wajib untuk ujian masuk pascasarjana UI, semua jurusan yang dituju. Sedangkan tes pada hari pertama merupakan tes untuk menyaring siapa saja yang layak menerima beasiswa RA TA, khusus untuk jurusan Ilkom UI. Pada tes hari kedua ini rasanya seperti SPMB lagi, banyak banget yang ikut. Bedanya, kalau pas jaman SPMB dulu wajah para pesertanya perpaduan antara lugu, lucu, polos, dan segar karena masih belia, sekarang peserta tesnya lebih berwarna, mulai dari pengguna ransel gede isi macem-macem sampe sepatu high heels dengan berbagai macam wewangian plus wajah-wajah &#8220;berumur&#8221;. Lokasi tes sendiri disebar ke dalam tiga lokasi, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Keperawatan, dan satu lagi saya lupa. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kebetulan saya dan Hisyam mendapat lokasi yang sama namun beda ruangan, yaitu Gedung S2 Pascasarjana Fakultas Teknik.</p>
<p style="text-align:justify;">Tes pada hari itu adalah tes potensi akademik dan tes bahasa inggris. Penrlengkapan perang yang saya bawa adalah papan alas, pensil 2B dua buah, pulpen, rautan, penghapus, dan keluarga alat tulis menulis lainnya. Saya pikir isi tempat pensil saya sudah sangat lengkap, ternyata saya salah. Jumlah pensil dan kondisinya yang seadanya menjadi semacam iklan ketika saya sedang mengerjakan tes. Di pertengahan, pensil saya tumpul, lalu saya rauti, eh ternyata malah patah (bahasa jawa : tugel) <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Saya ambil pensil kedua, ketika tumpul saya rauti, patah juga. Seketika saya langsung <em>gobyos </em>(keringetan, red). Akhirnya saya rauti lagi dengan tangan yang mendadak licin berkeringat dan pensil yang semakin pendek semakin sulit untuk dirauti. Sekitar 15 menit mungkin saya lanjutkan mengerjakan tes dengan membaca sambil merauti pensil sambil gobyos. Aaah, kurang persiapan.. T_T Alhamdulillah satu pensil berhasil menyelamatkan saya sampai tes selesai. *piuh, pel keringet*</p>
<p><strong>- <em>Surprise</em> #3 : Tragedi Kamar Mandi Part 2</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tes potensi akademik dilaksanakan dari jam 07.30 hingga 10.00. Lumayan menguras tenaga, dan seperti biasa, ruangan ber-AC berdampak ingin ke kamar mandi setelah tes. Namun, kamar mandi antrinya panjang sekali, akhirnya saya berpindah ke gedung di sebelahnya, sama antrinya juga sih, sekitar 45 menit waktu yang diberikan untuk istirahat setelah TPA sebelum tes bahasa Inggris habis untuk mengantri 30 menitnya. Hingga akhirnya beberapa ada yang menggunakan kamar mandi pria. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' />  Saya memilih untuk berada di antrian kamar mandi wanita, hingga akhirnya tiba waktu masuk kembali ke kelas dan saya masih mengantri. Tes dimulai pada jam 11.00, tapi peserta diharapkan masuk ruangan 15 menit sebelumnya. Namun akhirnya, demi bisa tenang mengerjakan di dalam, saya memilih tetap mengantri di antrian kamar mandi wanita. Tepat jam 11.00 saya berhasil lolos dari antrian dan masuk ke kelas. Lari-lari di lorong gedung. Dan sudah bisa ditebak, pikiran saya sudah kacau duluan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di dalam ruangan, soal dan lembar jawaban sudah dibagikan, begitu saya duduk, instruksi mulai mengerjakan diberikan. Saya sudah ngos-ngosan, pikiran menjadi tidak jernih. Saya semacam salah perhitungan. But test must goes on. Berbekal sisa tenaga dan pikiran, satu per satu saya kerjakan soal tes bahasa Inggris ini. Soalnya semacam soal TOEFL, tapi tanpa listening. Maak, lumayan susah ini soal, entah karena uda engga fokus atau gimana, tapi yang jelas, dari serangkaian ELPT dan ITP yang pernah saya ikuti, saya rasa ini <em>vocab</em> nya lebih &#8220;<em>unordinary</em>&#8220;. Bagian <em>structure</em> yang biasanya perlahan-lahan bisa saya kerjakan, tapi ini rasanya lumayan buntu, apalagi bagian <em>reading</em>. Panjang dan susah dimengerti. Dan gara-gara saya telat masuk, saya ngga mengikuti instruksi dari awal. Untuk tes TPA, untuk berpindah mengerjakan soal dari satu bagian ke bagian selanjutanya dipandu oleh pengawas, dan kami tidak boleh mengerjakan soal yang bukan pada waktu pengerjaan bagian tersebut. Seadngkan untuk soal Bahasa Inggris ini, sebenarnya jika saya mengalami kesulitan di bagian awal, saya tidak harus terus mengerjakannya, saya bisa melewatinya dan berpindah ke soal selanjutnya, jika ada sisa waktu saya bisa kembali mengerjakan bagian yang sulit. Tapi saya terbayang-bayang dengan aturan TPA, jadilah saya menghabiskan waktu di bagian <em>structure</em> dan kewalahan di bagian <em>reading</em>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Pengerjaan tes Bahasa Inggris ini bernar-benar menggunakan sisa tenaga yang ada, walau beberapa bagian <em>reading</em> akhirnya &#8216;nembak&#8217;, tapi akhirnya saya bisa menyelesaikan tes tersebut dan keluar dengan lunglai.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah pada hari pertama salah masuk kamar mandi, hari kedua salah perhitungan waktu masuk kamar mandi. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Kalau kata orang Surabaya, &#8220;ono-ono ae rel..&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>- <em>Surprise</em> #4 : Tamu dari Jekardah</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Keluar dari gedung tempat tes saya usahakan untuk membuang jauh-jauh lunglai yang ada, ada sms yang menyenangkan, dan saya pun mendadak deg-degan *halah*. Kurang lebih isinya begini, &#8220;cuw, aku uda di fakultas teknik, kamu dimana? aku di deket taman kura-kura&#8221;. Entah saya sudah tidak peduli dimana letak taman kura-kura, walau lunglai saya usahakan tetap bersemangat. Ada tamu dari jakarta yang datang mengunjungi. (Y)</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya bagian ini bukan sebuah <em>surprise</em>, <em><a href="http://www.facebook.com/khilmi" target="_blank">partner</a></em> saya, ketika saya berada di kereta dari rumah dalam perjalanan menuju Bandung mengabarkan kalau dia akan mengusahakan untuk menengok ke Depok. Tapi karena dia hanya libur hari Sabtu dan Minggu, dan pada hari tersebut saya tes, yang mana tesnya sampai siang, dan setelah tes hari kedua saya rencanakan untuk bertolak ke Bandung, berkali-kali saya katakan pada dia untuk tidak usah mengunjungi. Selain karena waktunya sempit, dia juga belum tahu transport dari Jakarta ke Depok lebih enak naik apa dan bagaimana. Dan dasar orang satu ini memang selalu hobinya membuat <em>surprise</em>, dia tidak memberikan konfirmasi mengenai jadi-tidaknya dia mengunjungi saya. Jadi saya pun berpikir dia tidak jadi datang. Namun saya terkaget ketika sedang mengantri kamar mandi saya menerima sms nya yang mengabarkan dia telah berada dalam perjalanan menggunakan KRL menuju Depok. *Senang* <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Karena saya tidak tahu dimana letak taman kura-kura, akhirnya saya hubungi <em>partner</em> saya ini agar bertemu di Fakultas Teknik bagian depan saja. Dan akhirnyaa saya bertemu si pentol korek api, <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Lumayan lah buat tempet cerita mewek2 pas stres <em>pasca</em> tes. T_T Dan hari itu saya habiskan dengan bercerita ngalor ngidul jalan ngalor ngidul di sekitar Fakultas Teknik. Setelah merasa lapar, karena saya juga engga tahu dimana tempat makan terdekat, setahu saya hanya di asrama mahasiswa yang tersedia banyak tempat makan, akhirnya saya boyong dia ke asrama dengan naik ojek. Dan lagi-lagi, ternyata saya terlalu cepat senang pada pagi harinya ketika berangkat tes naik ojek. Pada siang itu, perjalanan dari Fakultas teknik ke asrama UI hanya memerlukan waktu sekitar kurang dari lima menit, sedangkan berangkatnya butuh waktu sekitar sepuluh menit. Mengapa demikian? ternyata ada satu jalur lurus yang menghubungkan persis depan Fakultas Teknik dengan asrama mahasiswa UI. Jika pada waktu berangkat dari asrama saya dan pak ojek pergi ke arah kiri dan memutar-mutar melewati banyak fakultas, maka sesungguhnya jika pergi ke arah kanan luruuuuus akan langsung ketemu Fakultas Teknik. :O  Lagi-lagi saya terlalu cepat senang. -__-&#8221; Tapi jika lewat jalur lurus tadi memang serem sih, lewat pinggir hutan. Dan menurut cerita, banyak pembunuhan di sana. &gt;.&lt;</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di asrama saya habiskan waktu sekitar tiga jam bersama <em>partner </em>saya dengan makan dan ngobrol kemana-mana di kantin asrama. Haha, setelah (baru) dua minggu tidak bersua, rasanya sesuatu banget ketemu manusia satu itu. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Sebenarnya antara belum ingin berpisah (halah) dan udah sore. Jadi ceritanya, setelah tes pada hari itu saya ingin langsung bertolak ke Bandung, tetapi karena ada tamu jauh dan Mas Fahim (sebagai pemilik KTM yang menjadi jaminan saya menginap di asrama) tidak bisa dihubungi (belakangan diketahui karena tertidur, capek baru menthesis semalam), akhirnya saya batalkan niat saya. Saya putuskan untuk menambah semalam lagi menginap di asrama. Pada waktu itu juga sudah sore, sampai Bandung bisa-bisa malam, cukup berbahaya buat seorang cewe bepergian malem-malem di tempat yang tidak biasa dikunjungi. Apalagi seturunnya dari bus di Bandung, saya harus naik angkot dua kali, dan saya masih belum tahu seperti apa rupa angkotnya. Akhirnya positif saya bertolak ke Bandung pada Senin (05/12/11).</p>
<p style="text-align:justify;">Jam 16.00 si tamu jauh alias <em>partner </em>kembali ke Jekardah, dari asrama dia naik ojek ke stasiun UI untuk naik KRL. Sekitar satu jam kemudian dia menyampaikan kalau sudah sampai kos. Ternyata lumayan cepat, tau gitu saya suruh dia datang dari hari Sabtu aja, lalu menginap di Mas Fahim, jadi biar agak lama ketemunya *halah*. Hehehe. Terimakasih, sudah menyempatkan datang. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Dan malam itu saya lalui dengan masuk angin. Kondisi pulsa internet habis dan hujan gerimis di luar plus pegel habis tes membuat saya tepar. Hanya glibak-glibuk semalaman susah tidur, begitu juga ketika pagi harinya. Rasanya semangat sudah hilang *lebay*. Dan saya pun bertolak ke Bandung dengan diantarkan Mas Fahim mengejar si MGI yang baru saja lewat dan kami tidak tahu kalau bus tersebut MGI jurusan Bandung. -_-&#8221; Namun pengejaran gagal, bus nya udah melaju dan pada saat itu hanya ada satu helm yang digunakan Mas Fahim, akhirnya daripada ketemu polisi, kita berhenti di pos pemberhentian dan pengecekan bus MGI di daerah Tanjung Barat. Sekitar satu jam menunggu, MGI muncul membawa asa, -__-&#8221;. Selamat tinggal, sampai jumpa..</p>
<p style="text-align:justify;">- Jakarta Coret usai, <em>see you soon</em>.. Insya Allah, aamiin..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arelicharelzh.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arelicharelzh.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arelicharelzh.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arelicharelzh.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arelicharelzh.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arelicharelzh.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arelicharelzh.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arelicharelzh.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arelicharelzh.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arelicharelzh.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arelicharelzh.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arelicharelzh.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arelicharelzh.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arelicharelzh.wordpress.com/502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=502&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-surprises/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4a30fea743550bc186e13cbd295555b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arelicharelzh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta Coret &#8211; Jelajah Negeri Kuning (2)</title>
		<link>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-2/</link>
		<comments>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 02:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arel</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[mbolang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arelicharelzh.wordpress.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Saya merasa agak kesulitan menulis kali ini, mohon maaf kalau tulisannya semacam membosankan. Otak sedikit awut-awutan nih. Bagian ini lanjutan cerita dari sini Pada cerita sebelumnya, (kaya film aja ) saya sudah berhasil sampai di halte MUI dengan selamat dan masih banyak waktu sebelum tes. Saya sampai sana sekitar jam 09.30. Masih cukup buat cek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=499&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saya merasa agak kesulitan menulis kali ini, mohon maaf kalau tulisannya semacam membosankan. Otak sedikit awut-awutan nih. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Bagian ini lanjutan cerita dari <a href="http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-1/" target="_blank">sini</a></p>
<p style="text-align:justify;">Pada cerita sebelumnya, (kaya film aja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) saya sudah berhasil sampai di halte MUI dengan selamat dan masih banyak waktu sebelum tes. Saya sampai sana sekitar jam 09.30. Masih cukup buat cek ruangan tes dan sedikit istirahat. Sesampainya di gedung Fasilkom, ternyata pada waktu itu sedang ada acara <em>Open House</em> Fasilkom UI, banyak mahasiswa(i) ber-jas Kuning menyambut para tamu. Sempat berpikiran mampir ke acara itu sebenernya, tapi ah, sudahlah nanti saja. Setelah tahu dimana ruangan tesnya, saya hubungi Hisyam, sodara seperjuangan tes Beasiswa MIK UI RA/TA 2011/2012 Term 2 *lengkap sekali, teringat bu Di, jadi kangen bu Di, ibuuuukkkk T_T*, ternyata dia juga sudah hadir, tapi lewat sebelah belakang gedung. Sodara seperjuangan bernama Hisyam ini yang menjadi partner mbolang &#8211;sebelum waktunya&#8211; saya kali ini.</p>
<p style="text-align:justify;">*Diasaat saya sedang kangen kubi, pada saat yang bersamaan saya chat dengan sodara Ngengngong &#8216;ngobrolin&#8217; kubi* <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' />  Dan pada hari yang sama (13/12/11), ternyata pemateri di orientasi kanpus temen-temen PPS BRI bernama &#8220;you know who&#8221;. Persis sama ejaan dan tulisannya, hanya saja bukan materi t*-id* yang dibawakan, tapi materi kredit. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hehe<span id="more-499"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya setelah bertemu Hisyam, ngobrol2 sejenak, lalu kami menuju ruang tes. Seperti apa tesnya? Seperti tes toefl. Dari sini saya meng-amini tweet mas Ibnu yang menjelaskan mengapa nilai TOEFL nya harus 550. Harus punya kemampuan Bahasa Inggris yang bagus lah yang jelas. Dan menurut informasi yang saya terima dari Mas Fahim, di UI ini semuanya pakai Bahasa Inggris S2 nya, eh entah S2 aja atau semua CMIIW. Dan saya menghela napas panjang. Soal tesnya beberapa diambil dari GRE (<em>Graduate Record Examination</em>) ETS &#8211;silakan googling. Beberapa lainnya saya kurang tahu, yang jelas tertera di bagian akhir soal darimana soal-soal tersebut. Jauh dari perkiraan saya, <em>speechless enough.</em></p>
<p><a href="http://arelicharelzh.files.wordpress.com/2011/12/twit.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-500" title="" src="http://arelicharelzh.files.wordpress.com/2011/12/twit.png?w=474&#038;h=145" alt="" width="474" height="145" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Usai tes yang memakan waktu sekitar 2 jam, saya dan Hisyam keluar dari gedung tes, dan ada kejadian random pada saya. Kenapa saya selalu melakukan hal aneh-aneh ini? T__T</p>
<p style="text-align:justify;">Ceritanya tesnya itu di ruangan ber AC, walau sudah pas dapet posisi yang ngga terkena AC langsung, tapi saya tetep kedinginan. Akhirnya selesai tes pengen ke kamar mandi. Tesnya berada di lantai 2, di dekat tangga menuju lantai 2 terdapat kamar mandi. Tadinya sebelum tes pas lagi ngecek ruangan saya pengen kesana, tapi saya urungkan, soalnya saya ragu-ragu dengan isi dalamnya, masa langsung masuk, ngga ada pintu gitu. Akhirnya setelah tes saya kesana, langsung masuk dengan tolah toleh. Dan dari belakang ada yang memanggil. Saya menoleh, ada wajah semacam nyengir dan malu dan sedikit sungkan. Katanya, &#8220;Ehm, toilet cewek sebelah sini&#8221; sambil menunjuk ke arah pintu di sebelah kanannya &#8211;yang karena bertuliskan <em>staff only</em> saya jadi engga kepikiran buat kesana, saya pikir itu ruangan apa gitu. Saya ngga sadar kalau di atas tulisan <em>staff only</em> ada gambar kepala wanita. *pake helm, kabur kenceng*. Uwaaa, rasanyaa.. Untung aja itu pas hari Sabtu, ngga banyak yang berkeliaran di kampus. Dan Hisyam hanya berekspresi seadanya. Uwaa, untung belum sampe masuk ke dalam-dalam sana. &gt;.&lt; *Lupa engga sempet memfoto itu pintu ajaib <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> *</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai dengan adegan &#8220;mengesankan&#8221; saya dan Hisyam keluar gedung mencari udara segar, dan kami memutuskan untuk mencari lokasi tes untuk keesokan ahrinya. Sebenarnya ini saya yang pengen tau, Hisyam sudah lebih dulu survey tempat, karena saya belum tahu, dia bersedia menemani saya pergi mencari tempat tes nya. Karena menurut informasi si Bikun hanya beroperasi sampai jam 1 kalau hari Sabtu, dan waktu itu sudah sekitar jam setengah 1, akhirnya kami putuskan untuk menunggu bikun dulu, cari tempat tes baru sholat Dhuhur. Dan ternyata hampir 20 menit menunggu di halte MUI, si bikun tidak nongol-nongol. Sekali dua kali ada, tapi ngga berhenti. Bis nya kosong. Satu per satu anak-anak yang juga berada di halte menanyai&#8230;&#8230; saya. Perihal mengapa bisnya engga berhenti, perihal nanti pasti ada bis lagi kan, dan sebagainya. Sodara-sodara, sesungguhnya saya juga engga tau. Saya juga hanya menunggu terus ini. Akhirnya saya dan Hisyam memutuskan untuk sholat aja. Inilah hasil dari menunda-nunda sholat, urusan lain juga jadi tertunda. Asatghfirullah..</p>
<p style="text-align:justify;">Sholat di MUI membuat saya lagi-lagi rindu dengan kampus ITS, lebih tepatnya tiba-tiba teringat dengan MMI di ITS. yang membuat hampir sama adalah letak tempat sholat untuk wanita yang berada di lantai dua dan yang pria di lantai satu, tapi nampaknya tidak terlalu besar masjid ini. Tapi tempatnya nyaman. Seperti biasa &#8220;adem&#8221; rasanya. Dan selanjutnya satu lagi masjid kampus yang ingin saya kunjungi, Masjid Salman ITB. InsyaAllah&#8230;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 501px"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a9/Masjid_UI.jpg"><img class=" " title="Masjid Ukhuwah Islamiyah UI" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a9/Masjid_UI.jpg" alt="Masjid Ukhuwah Islamiyah UI" width="491" height="318" /></a><p class="wp-caption-text">Masjid Ukhuwah Islamiyah UI</p></div>
<p>Sumber : <a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a9/Masjid_UI.jpg">http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a9/Masjid_UI.jpg</a></p>
<p><strong>- Mbolang Sebelum Waktunya (lagi)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selesai sholat Dhuhur, kami kembali ke halte depan masjid. Sebenarnya saya menawarkan untuk membatalkan pencarian lokasi tes ini, karena takut kalau bikunnya ngga ada, nanti balik ke tempat menginap masing-masingnya gimana, pikir saya. Tapi Hisyam kasihan kalau saya ngga tahu tempat tesnya. Bener juga, kalau ngga hari itu juga, masa besoknya saya mau mencari-cari, sedangkan keesokan hari tesnya jam 7 pagi. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' />  Akhirnya kami kembali menunggu bikun. Mungkin setelah sekita 10 menit ada bikun yang lewat. Bikun tersebut saya lupa bertanda merah atau biru, yang jelas melaju meninggalkan halte MUI, menuju halte FH lalu halte stasiun UI (rute bikun dapat dilihat di <a href="http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-1/" target="_blank"><em>post </em>sebelumnya</a>). Dan dari sini saya curiga kita naik bus ke arah yang salah. Bukan curiga lagi, tapi yakin, karena bus ini bukan bus berangkat yang akan mengitari UI, tapi bus pulang, menuju asrama UI. Yak, semakin jauh dengan fakultas Teknik. Kami terlambat turun di stasiun UI, pintu bikun sudah ditutup, akhirnya kami mengikuti laju bikun hingga sampai ke stasiun Gerbatama (Stasiun terakhir sebelum ke asrama). Akhirnya kami turun disana, kembali menanti bikun di halte Gerbatama. -.-&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak lama ternyata ada bikun lewat, alhamdulillah, setidaknya jalan pulang Hisyam tidak semakin jauh, saya semakin sungkan suda merepotii.. &gt;.&lt; Kita melaju menaiki bikun &#8211;yang ternyta bertanda Merah&#8211; dari stasiun Gerbatama, stasiun UI, lalu&#8230;. halte FH. *Lhoh kok bukan belok ke halte FIB seperti ketika saya berangkat tes pagi hari itu* dan otomatis setelah halte FH adalah halte MUI. Ngg.. Jadi kalau dari asrama saya mau ke Fasilkom lewat MUI, saya cukup lewat 3 halte, Gerbatama-Stasiun UI-FH lalu sampai. Tapi ketika saya berangkat? saya harus berputar<em> tour de</em> UI pagi-pagi. Hm, yak.. benar-benar mbolang sebelum waktunya (<em>part</em> 2). Jadi ketika pada pagi hari saya sempat berbahagia karena datang <em>ontime</em>, sesungguhnya tidak lebih membahagiakan ketika tahu saya tidak perlu berputar-putar dahulu. Ah, tapi memang harus seperti itu, kalau tidak begitu, jadi tidak tahu. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Okelah, perjalanan dilanjutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata lokasi tes di Fakultas Teknik itu lumayan jauh &#8211;kalau naik bikun merah&#8211;. Lagi-lagi salah naik bikun. Jadi seharian bikun yang saya naiki bukan bikun yang teroptimasi *halah*. Tapi setidaknya tidak salah arah. Okelah, sedikit jauh tak apa. Setelah melewati bayak halte, akhirnya kami sampai di halte FT. Fakultas teknik, bentuk halaman depannya sekilas mengingatkan saya pada rektorat ITS, ada kolam di depannya (cmiiw), hanya lebih rimbun di kanan-kiri. Letak gedung tesnya (Gedung S2 pascasarjana) di sebelah kanan gedung dekanat. Hanya saja karena hari itu hari Sabtu, jadi kami tidak bisa masuk ke dalam untuk survey ruangan. Akhirnya setelah mengetahui gedungnya, kami kembali ke halte dengan doa semoga masih ada bikun. Setelah pencarian gedung, kami berencana kembali ke tempat kos masing-masing. Dari halte FT untuk menuju asrama saya harus naik bikun ke arah kanan, sedangkan Hisyam yang kos di daerah Pondok Cina harus naik bikun ke arah sebaliknya. Jam sudah menunjukkan pukul 2. Beberapa menit menunggu, terlihat bikun dari arah kiri yang merupakan bikun menuju asrama, kemudian saya pergi meninggalkan Hisyam sambil berdoa semoga masih ada bikun ke arah sebaliknya. Waa, saya merasa jahat sekali meninggalkan Hisyam, padahal uda diantarkan berputar-putar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan teryata benar, sepanjang jalan menuju asrama saya tidak bertemu dengan bikun dengan arah berkebalikan. Satupun tidak ada. *Gawat*. Dan ketika sudah mau sampai di asrama, ada anak yang bertanya kepada supir bikun letak halte apa gitu *lupa*, pak supir berkata kalau dari asrama sudah tidak ada lagi bikun yang berangkat dan bikun yang saya naiki tersebut adalah bikun terakhir. *Gawat kuadrat* Akhirnya saya langsung menanyakan kepada Hisyam apakah sudah ada bikun lewat apa belum, ternyata masih belum ada. Akhirnya saya sarankan kepada Hisyam untuk naik ojek yang banyak ditemui di depan halte FT tersebut. Dan ternyata setelah saya konfirmasi lagi, Hisyam mengaku berjalan kaki dari halte FT menuju daerah Pondok Cina &#8211;yang katanya melewati lima fakultas. Huaa, maapkan saya Hisyam.. T___T Lima fakultas di UI itu jauh untuk ukuran jalan kaki. &gt;.&lt;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan pelajaran yang dapat saya petik hari itu adalah, jangan terlalu cepat puas, jangan terlalu cepat senang. Masih banyak yang harus digali, harus diketahui. Hehehehe</p>
<p style="text-align:justify;">*Tanpa saya sadari keesokan harinya lagi-lagi saya terlalu dini untuk sekedar senang, sekedar puas. <a href="http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-surprises/" target="_blank">Disini</a> lanjutannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arelicharelzh.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arelicharelzh.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arelicharelzh.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arelicharelzh.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arelicharelzh.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arelicharelzh.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arelicharelzh.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arelicharelzh.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arelicharelzh.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arelicharelzh.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arelicharelzh.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arelicharelzh.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arelicharelzh.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arelicharelzh.wordpress.com/499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=499&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4a30fea743550bc186e13cbd295555b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arelicharelzh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arelicharelzh.files.wordpress.com/2011/12/twit.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a9/Masjid_UI.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Masjid Ukhuwah Islamiyah UI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta Coret &#8211; Jelajah Negeri Kuning (1)</title>
		<link>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-1/</link>
		<comments>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 02:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arel</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[mbolang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arelicharelzh.wordpress.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Post ini lanjutan dari post saya yang ini, kali ini saya mau bercerita tentang penjelajahan singkat di negeri yang identik dengan warna kuning ini, meskipun begitu berada di dalamnya akan lebih dominan warna hijau daripada warna kuningnya. Sekitar dua hari tiga malam berada di kampus UI (2/12/11 &#8211; 5/12/11), berkat bantuan dari Mas Fahim saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=497&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Post ini lanjutan dari post saya yang <a href="http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-welcome-party/" target="_blank">ini</a>, kali ini saya mau bercerita tentang penjelajahan singkat di negeri yang identik dengan warna kuning ini, meskipun begitu berada di dalamnya akan lebih dominan warna hijau daripada warna kuningnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar dua hari tiga malam berada di kampus UI (2/12/11 &#8211; 5/12/11), berkat bantuan dari Mas Fahim saya bisa menginap di kamar ekonomi asrama mahasiswa UI yang telah dipesan sebelumnya. Maksud kamar ekonomi ini, karena murah sekali. Untuk per bulannya hanya dikenai biaya IDR 200.000 (sepertinya bisa bawa macem-macem) meskipun kamar mandinya di luar. Kamar berukuran 2.5 x 3 meter mungkin. Fasilitas di dalam kamar satu meja belajar, satu lemari gede, satu kasur busa dan dipannya. Cuman ya itu, kamar mandinya untuk satu lorong ada satu blok yang terdiri dari sekitar 15 kamar mandi berkuran kurang lebih 0.5&#215;2 meter. <em>Over all </em>kamar madinya bersih, tapi ngga bisa buat berenang T__T. Buat gerak agak susah, tapi okelah untuk ukuran kamar mandi umum, setidaknya nggak bau. Di deket blok-blok kamar mandi ada tempat wudhu dan tempat cuci piring. Kecuali menjelang <em>weekend</em> nampaknya juga selalu bersih. Di asrama ini ada pengurus asramanya, yang tukang nyapu2in lorong dan mbersihin lingkungan di luar kamar setiap mahasiswa. Dan juga memasangkan sprei jika ada penghuni baru, seperti saya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Untuk tarif per malam bagi mereka yang menginap hanya beberapa hari dikenai biaya IDR 50.000 per malam. Dan saya (terpaksa) menginap 3 malam disini, 3/4 bulan nih harusnya dapetnya. -__-&#8221; Sebenarnya ada kamar yang lebih bagus, IDR 100.000 per malam. Beda utamanya adalah kamar mandi dalam, untuk perbulannya menurut keterangan ibu-ibu pengurus asrama F1 (tempat saya menginap) yang mengantarkan saya ke kamar dan memasangkan sprei untuk kamar saya adalah sekitar IDR 750.000.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamar yang saya tempati berada di ujuuuung lorong lantai satu. kalau pas sepi dan sore-sore mendung seperti ketika saya datang, suasananya jadi sedikit seram. Tapi saya berusaha menebar kesan positif dimana-mana, hehehe. Kamarnya lumayan dingin, ada satu jendela yang mengarah ke gedung asrama sebelah dan sedikit hutan nampak di sampingnya, karena ngeri, jendela ini kebanyakan saya tutup kordennya. Hahahhaa</p>
<p style="text-align:justify;">Di asrama ini fasilitasnya lengkap, selain ada kantin semacam kantin pusat, ada <em>laundry</em>, warnet, ATM, minimarket gagal, juga mini sakinah. Mengapa saya sebut minimarket gagal? karena tempatnya lumayan luas, tapi minim isi, sedangkan ada sebutan mini sakinah karena ada toko kecil yang hanya seukuran kamar tidur asrama, tapi segala macem ada. Mulai dari <em>stationary</em>, peralatan mandi dan nyuci (termasuk ember, gayung, <em>hanger</em>, sendal jepit swallow), snack dan minuman, pernik-pernik UI (mulai dari stiker, gantungan kunci, kaos, hingga tali gantungan HP/FD *apasih namanya -__-&#8221;*). Lengkap pokoknya walaupun numpuk-numpuk isinya. NB: Sakinah adalah swalayan terlengkap dan termurah di kawasan ITS Surabaya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-497"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya malam pertama menginap di asrama saya ditemani oleh bupuh saya, <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Beliau khawatir kalau saya sendirian. Asrama ini sebenarnya engga sepi-sepi amat, penduduknya ada semua, dan seringkali berteriak-teriak heboh seperti kos pada umumnya. *Saya sudah membayangkan asramanya serem, sepi, gelap, apalagi depannya hutan*. Nyatanya tidak, akhirnya keesokannya bupuh saya saya sarankan untuk bertolak ke Bandung saja, selain karena kondisi asrama aman, nampaknya ada urusan yang harus beliau selesaikan di Bandung juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Tes diadakan dua hari, yaitu Sabtu (3/12/11) dan Minggu (13/12/11). Tes hari sabtu adalah tes kompetensi materi akademik, untuk hari minggunya tes TPA dan Bahasa Inggris. Karena saya rasa minta tolong Mas Fahim untuk mencarikan tempat menginap dan menjemput dari Halte Stasiun UI ke Asrama sudah sangat merepotkan seorang mahasiswa Pascasarjana tahun terakhir. Jadi, karena menurut cerita untuk hari Sabtu masih ada Bis Kuning yang beroperasi -setengah hari&#8211; akhirnya saya memilih untuk menaiki Bis Kuning saja, baru tawaran diantarkan ke tempat tes pada hari Minggu nya yang saya terima.</p>
<p style="text-align:justify;">Tes hari Sabtu, yaitu tes kompetensi materi akademik diadakan di gedung Fasilkom UI. Gedung ini dekat dengan Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI) dan perpustakaan pusat UI yang bentuknya seperti rumah teletubbies itu, hehehe. Pengen tau dalemnya kaya apa, blum ada kesempatan tapi kemaren.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://samanui.files.wordpress.com/2011/05/photo0208.jpg?w=400"><img title="Perpustakaan Pusat UI" src="http://samanui.files.wordpress.com/2011/05/photo0208.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Perpustakaan Pusat UI" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Perpustakaan Pusat UI</p></div>
<p>Sumber : <a href="http://samanui.wordpress.com/2011/05/14/the-crystal-knowledge-ui-resmi-dibuka/">http://samanui.wordpress.com/2011/05/14/the-crystal-knowledge-ui-resmi-dibuka/</a></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menuju lokasi tes, saya berencana menaiki Bis Kuning yang berangkat dari asrama mahasiswa UI. Bikun ini beroperasi dari hari Senin hingga Sabtu. Rutenya ada dua macam (akan dijelaskan kemudian *halah*), berangkat dari asrama mahasiswa UI dan akan kembali ke asrama mahasiswa UI lagi. Kurang lebih sekitar 15 menit sekali bus akan lewat. Karena di pikiran saya asrama mahasiswa itu di dalam kampus, jadi saya tidak mempersenjatai diri sebelumnya dengan mencari informasi bagaimana cara menuju tempat tes. Untungnya saya membawa laptop dan modem &#8211;satu-satunya senjata saya yang juga ngga bisa dibawa kemana-mana&#8211; yang membantu saya dalam menguak jalan menuju Fasilkom UI. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>- Mbolang Sebelum Waktunya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya saya sempatkan googling pada malam sebelum tes, sebenernya akhirnya banyakan googling nya deh, belajarnya? T__T dan saya mendapatkan informasi rute si Bikun ini. Berikut ini urutan halte pemberhentian si Bikun.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#0000ff;text-decoration:underline;">Rute Bis Kuning &#8220;TANDA BIRU&#8221;</span></strong></span><br />
<strong>- Halte Bikun Asrama UI (menuju Asrama UI atau Wisma Makara)</strong><br />
- Halte Bikun Gerbatama UI (akses keluar kampus menuju Lenteng Agung)<br />
- Halte Bikun Stasiun UI Depok (akses keluar kampus menuju Gang Sawo atau Jalan Margonda Raya)<br />
- Halte Bikun Fakultas Psikologi (menuju Fakultas Psikologi)<br />
- Halte Bikun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (menuju FISIP)<br />
<strong>- Halte Bikun Fakultas Ilmu Budaya (menuju FIB, menuju FASILKOM)</strong><br />
- Halte Bikun Fakultas Ekonomi (menuju FE)<br />
- Halte Bikun Fakultas Teknik (menuju FT atau akses keluar kampus menuju Kukusan Teknik &#8212; Kutek)<br />
- Halte Bikun Stadion UI (menuju Stadion UI)<br />
- Halte Bikun Kukusan Kelurahan (menuju Vokasi UI, Gymansium, akses keluar kampus menuju Kukusan Kelurahan &#8212; Kukel)<br />
- Halte Bikun PNJ (menuju Pusgiwa, akses keluar kampus menuju PNJ)<br />
- Halte Bikun Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (menuju FMIPA)<br />
- Halte Bikun Fakultas Kesehatan Masyarakat (menuju FKM, menuju Balsid, menuju FIK)<br />
- Halte Bikun Balairung (menuju Balairung, PPMT, Perpus Pusat, dan Rektorat)<br />
<strong>- Halte Bikun Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI) (Menuju MUI, Perpus Pusat, FASILKOM)</strong><br />
- Halte Bikun Fakultas Hukum (menuju FH, akses keluar kampus menuju Balik Rell &#8212; Barel atau Margonda Raya)<br />
- Halte Bikun Stasiun UI Depok (akses keluar kampus menuju Gang Sawo atau Jalan Margonda Raya)<br />
- Halte Bikun Gerbatama UI (akses keluar kampus menuju Lenteng Agung)<br />
- Halte Bikun Asrama UI (menuju Asrama UI atau Wisma Makara)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#ff0000;"><strong>Rute Bis Kuning &#8220;TANDA MERAH&#8221;</strong></span><br />
<strong>- Halte Bikun Asrama UI (menuju Asrama UI atau Wisma Makara)</strong><br />
- Halte Bikun Gerbatama UI (akses keluar kampus menuju Lenteng Agung)<br />
- Halte Bikun Stasiun UI Depok (akses keluar kampus menuju Gang Sawo atau Jalan Margonda Raya)<br />
- Halte Bikun Fakultas Hukum (menuju FH, akses keluar kampus menuju Balik Rell &#8212; Barel atau Margonda Raya)<br />
<strong>- Halte Bikun Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI) (Menuju MUI, Perpus Pusat, atau FASILKOM)</strong><br />
- Halte Bikun Pondok Cina (menuju Balairung atau akses keluar kampus menuju Pondok Cina, Jalan Raya Margonda, Stasiun Kereta Pondok Cina, atau Universitas Gunadarma Margonda)<br />
- Halte Bikun Fakultas Ilmu Keperawatan (menuju FIK, FKM, dan Balai Sidang)<br />
- Halte Bikun Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (menuju FMIPA)<br />
- Halte Bikun PNJ (menuju Pusgiwa, akses keluar kampus menuju PNJ)<br />
- Halte Bikun Kukusan Kelurahan (menuju Vokasi UI, Gymansium, akses keluar kampus menuju Kukusan Kelurahan &#8212; Kukel)<br />
- Halte Bikun Stadion UI (menuju Stadion UI)<br />
- Halte Bikun Fakultas Teknik (menuju FT atau akses keluar kampus menuju Kukusan Teknik &#8212; Kutek)<br />
- Halte Bikun Fakultas Ekonomi (menuju FE)<br />
<strong>- Halte Bikun Fakultas Ilmu Budaya (menuju FIB atau FASILKOM)</strong><br />
- Halte Bikun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (menuju FISIP)<br />
- Halte Bikun Fakultas Psikologi (menuju Fakultas Psikologi)<br />
- Halte Bikun Stasiun UI Depok (akses keluar kampus menuju Gang Sawo atau Jalan Margonda Raya)<br />
- Halte Bikun Gerbatama UI (akses keluar kampus menuju Lenteng Agung)<br />
- Halte Bikun Asrama UI (menuju Asrama UI atau Wisma Makara)</p>
<p>Sumber : <a href="http://penerimaan.ui.ac.id/forum/index.php?action=vthread&amp;forum=11&amp;topic=2060&amp;page=3">http://penerimaan.ui.ac.id/forum/index.php?action=vthread&amp;forum=11&amp;topic=2060&amp;page=3</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sehari sebelum tes, Jumat (2/12/11) saya sempat ditunjukkan lokasi tes yang di Fasilkom untuk tes hari Sabtu (3/12/11) oleh mas Fahim. Walaupun sempet muter-muter karena sedikit lupa letak Fasilkom nya, akhirnya sampai juga. Dari stasiun UI mungkin hanya butuh waktu 5 menit kalau naik bikun, asal tau jalan menuju gedungnya, karena gedung Fasilkom UI ini tidak terletak di pinggir jalan yang biasa dilalui si bikun.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari daftar rute si bikun di atas, kalau mau cepat saya bisa naik bikun biru dan turun di halte FIB atau naik bikun merah dan turun di halte MUI. Akhirnya sekitar jam 8.30 saya berangkat dari asrama UI. Bersama dengan bupuh saya, saya berangkat ke halte asrama menungu bus dan menunggu si bikun &#8211;entah merah atau biru&#8211; yang akan berangkat. Sekitar jam 9 ada bikun kecil yang berangkat. Sebenarnya saya belum tahu dimana letak si tanda merah dan biru itu, karena sekilas yang keliatan kuning nya aja -__-&#8221;. Ternyata tanda merah atau biru nya ini berupa semacam map atau kertas seukuran map folio &#8211;entah terbuat dari apa&#8211; yang ditaruh di sisi depan kaca bus sebelah kanan bawah (liat bus dari luar, dari depan). Dan kalau ngga salah waktu itu saya naik bikun yang berwarnaa, lupa, tapi menurut kejadian berarti bikun yang saya naiki warnanya biru. Oke, <em>I love blue</em> :*</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pecarian lokasi tes, menurut saya dan saran mas Fahim, lebih enak lewat masjid MUI daripada FIB kalau mau ke Fasilkom (belum saya pastikan lagi, yang jelas kemaren sempet muter-muter ngga nemu gara-gara masuk lewat FIB dan dengan mudahnya keluar ketika lewat masjid MUI). Jadi saya putuskan entah itu bikun kecil warna apa, yang jelas saya harus turun masjid MUI. Sebenarnya saya disarankan bertanya aja ke sopir atau ke penumpang lainnya, enak turun halte mana, tapi lagi engga kondusif waktu itu, bikunnya penuuh, nampaknya banyakan maba pada waktu itu. Saya malah sempet ditanyai dimana halte Balairung itu, <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' />  *saya kan juga ini engga tau T_T*. Yang jelas pada waktu itu saya hanya berbekal jumlah halte yang harus saya lalui untuk sampai ke MUI, yaitu sekitar 14 halte. Akhirnya saking penuhnya bikun, bayak yang berdiri, saya engga bisa tau jumlah halte yang sudah saya lalui, yang jelas perjalanan cukup panjang sekali. Akhirnya di suatu halte pemberhentian, saya bertanya kepada penumpang di sebelah saya dimana letak halte MUI. Dia bilang dua halte lagi. Setelah halte selanjutnya (Balairung) lalu halte MUI. Berarti pada waktu itu saya bertanya ketika berada di halte FKM. Oke, dan saya bersemangat begitu tahu halte MUI belum kelewat hehehe. Akhirnya saya berhasil turun di depan masjid MUI. Rasanya sesuatu sekali, &#8220;horee saya tidak nyasar&#8221;. Mungkin semacam itu. Tanpa saya sadari bahwa ternyata perjalanan panjang pada hari tersebut semacam mbolang sebelum waktunya part 1, akan ada mbolang terlalu dini part 2 nya. -__-&#8221; *Mbolang <em>wannabe</em>*</p>
<p>- Cont&#8217;d to <a href="http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-2/" target="_blank">Part 2</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arelicharelzh.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arelicharelzh.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arelicharelzh.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arelicharelzh.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arelicharelzh.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arelicharelzh.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arelicharelzh.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arelicharelzh.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arelicharelzh.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arelicharelzh.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arelicharelzh.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arelicharelzh.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arelicharelzh.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arelicharelzh.wordpress.com/497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=497&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4a30fea743550bc186e13cbd295555b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arelicharelzh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://samanui.files.wordpress.com/2011/05/photo0208.jpg?w=400" medium="image">
			<media:title type="html">Perpustakaan Pusat UI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta Coret &#8211; Welcome Party</title>
		<link>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-welcome-party/</link>
		<comments>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-welcome-party/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 01:41:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arel</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[mbolang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arelicharelzh.wordpress.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Ah, saking galaunya saya akhir-akhir ini, sampai ngga sempet nulis-nulis, padahal banyak yang mau diceritakan. Mbuka sosnet itu mengindikasi munculnya kegalauan, jadi saya sarankan jika anda galau lebih baik jangan membuka sosnet, apalagi update status. Bukan tambah lega tapi saya jamin malah tambah galau, *pengalaman pribadi*. Yasuda, akhirnya untuk memanfaatkan koneksi internet, untuk mengobati kegalauan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=494&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ah, saking galaunya saya akhir-akhir ini, sampai ngga sempet nulis-nulis, padahal banyak yang mau diceritakan. Mbuka sosnet itu mengindikasi munculnya kegalauan, jadi saya sarankan jika anda galau lebih baik jangan membuka sosnet, apalagi <em>update</em> status. Bukan tambah lega tapi saya jamin malah tambah galau, *pengalaman pribadi*. Yasuda, akhirnya untuk memanfaatkan koneksi internet, untuk mengobati kegalauan saya akan berbagi sedikit cerita saja. Seperti biasa, just <em>another random story</em>. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Sudah seminggu lebih saya berada jauh dari rumah (ketika <em>draft</em> ini di <em>post</em>, sudah dua minggu lebih tepatnya), jauh dari Surabaya. Sekarang tepatnya sedang berada di <del>Bandung</del>, yaitu di Leuwigajah Permai &#8211; Cimahi, tapi yang akan saya ceritakan adalah cerita beberapa waktu lalu, ketika saya berada di Depok. Karena ada suatu kepentingan dengan Depok, terutama dengan universitas negeri beralmamater kuning yang terkenal di kota ini, yaitu Universitas Indonesia, saya harus pergi sementara waktu meninggalkan rumah dan kos. Hanya sekitar tiga hari saya disini, tapi lumayan banyak cerita mulai dari kesan pertama menginjakkan kaki, hingga hari terakhir ketika mau bertolak kembali ke Bandung. Banyak yang bilang daerah sekitar Jakarta (BoDeTaBek) itu ya Jakarta, tapi belakangan saya ketahui banyak yang protes dengan anggapan itu. Jadi saya juga tidak akan menganggap Depok ini sama dengan Jakarta, alias <del>Jakarta</del> &lt;&lt; <em>How do you read this</em>? Jakarta coret? Okelah apapun. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-494"></span></p>
<p><strong>- Bersama si Biru MGI</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan saya ke Depok dari Bandung menggunakan bus antar kota eksekutif jurusan Bandung-Depok yaitu bus MGI yang sepanjang perjalanannya melewati jalan tol Cipularang dan Cikunir kalau tidak salah, jadi bus ini tidak berhenti di sembarang tempat seperti kalau saya ingin pulang naik bus dari Surabaya ke Tulungagung atau sebaliknya. Bus MGI ini memiliki banyak rute selain bandung-Depok, ada yang Bandung-Cibinong, dan beberapa lainnya &#8211;yang saya tidak tahu. Naik bus ini lebih mudah walau sedikit mahal dibandingkan naik bus ekonomi yang kemungkinan &#8211;menurut cerita&#8211; harus ganti bus di terminal Kampung Rambutan dulu dan ganti bus lain. Bus ini berwarna biru dan biayanya IDR 45.000 untuk jurusan Bandung-Depok. Dari Bandung berangkatnya (kalau tidak salah) dari terminal Leuwipanjang. Bus ini beroperasi setiap satu jam sekali mulai pukul 06.00. Jadi jika tidak ingin lama menunggu sebaiknya perhatikan baik-baik jadwal keberangkatan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://1.bp.blogspot.com/--pLBsoWOD7o/TkCm8rddjLI/AAAAAAAAACQ/bMl7h-AHIXw/s1600/MGI_Bandung-Bogor_Executive-AC.jpg"><img title="Bus MGI" src="http://arelicharelzh.files.wordpress.com/2011/12/mgi_bandung-bogor_executive-ac.jpg?w=448&#038;h=291" alt="Bus MGI" width="448" height="291" /></a><p class="wp-caption-text">Bus MGI</p></div>
<p>Sumber : <a href="http://1.bp.blogspot.com/--pLBsoWOD7o/TkCm8rddjLI/AAAAAAAAACQ/bMl7h-AHIXw/s1600/MGI_Bandung-Bogor_Executive-AC.jpg">http://1.bp.blogspot.com/&#8211;pLBsoWOD7o/TkCm8rddjLI/AAAAAAAAACQ/bMl7h-AHIXw/s1600/MGI_Bandung-Bogor_Executive-AC.jpg</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang jalan tol ini pemandangannya <del>jelek</del> alias bagus sekali. Terutama ketika masih di tanah Bandung. Kanan kiri bukit, kalau ngga gitu ada pemandangan jembatan rel kereta di antara dua bukit yang panjangnya kurang lebih 1 km, kebun teh, bukit yang dikeruk, juga beberapa tebing. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam kalau lancar jaya, mungkin sedikit macet ketika sudah sampai di Bekasi. Dan FYI, saya baru ngeh kalau Bandung itu letaknya di tenggara kota Jakarta, sebelumnya saya kira Bandung lurus di selatan Jakarta. Maka dari itu saya sempat kaget ketika dalam perjalanan dari Bandung menuju Depok, ketika di bus terbangun dari tidur dan membaca tulisan Bekasi, saya kira sudah kelewat Depoknya, Depok kan selatannya Jakarta, Bekasi itu timurnya. Tapi ternyata akan ada semacam pertigaan yang kalau lurus ke arah Jakarta, kalau belok kiri ke jurusan lingkar luar Jakarta, salah satunya untuk menuju Depok ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Masuk kota Depok, bus ini akan lewat salah satu sisi kampus kuning alias UI ini, dan melalui satu jalan raya besar di Depok, yaitu Margonda Raya &#8211;yang katanya ini satu2nya jalan besar di kota Depok (masa?). Di sepanjang jalan ini ada Margo City dan Detos, juga ada ITC kalau ngga salah googling <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><strong>- Saya rindu dengan kampus saya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah yang saya rasakan ketika baru saja sampai di halte Stasiun UI. Perjalanan saya seturunnya dari bus MGI adalah ke gang Kober, untuk mengunjungi kerabat bupuh (budhe, red) saya. Gang Kober ini masih berada di pinggiran jalan Margonda Raya, yang mana UI berada di sisi belakang jalanan ini. FYI, perjalanan saya ke Depok ini tidak sendirian, tapi diantar oleh bupuh saya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Keluar gang Kober kami menyeberangi jalan Margonda Raya dan masuk ke gang kecil menuju stasiun UI. Stasiun ini tempat berhentinya KRL-KRL yang beroperasi di area JaBoDeTaBek. Gang kecil menuju stasiun ini dari jalanan Margonda Raya dihiasi oleh penjual-penjual di sisi-sisi gang, jadi kaya masuk ke gang pasar gitu, kanan-kiri penjual makanan, minuman, <em>stationary</em>, atau pernik-pernik macem-macem. Keluar gang langsung disuguhi pemandangan rel kereta api, dengan menyeberang rel, naik ke peron stasiun UI, keluar stasiun, sampailah kita pada salah satu sisi UI. Dari sini lalu kami menuju halte stasiun UI di sisi kiri stasiun. Rencananya kami akan bertemu dengan Mas Fahim (senior saya di TC ITS, red) disini untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya ke asrama UI &#8211;yang telah melalui perundingan ini-itu sebelumnya. Akhirnya saya dan bupuh duduk-duduk di halte ini sambil mengamati sekitar.</p>
<p style="text-align:justify;">Di depan halte yang ada adalah pemandangan jalan raya kampus UI yang di seberangnya adalah hutan menuju area kampus UI. Rasanya adem, sejuk dan menyenangkan pada awalnya. Melihat lalu lalang orang-orang di sekitar halte kemudian membuat saya menjadi sedikit rindu dengan kampus perjuangan, tepatnya dengan suasana kampus teknik &#8211;TC. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Mbak-mbak &#8211;atau mungkin lebih tepatnya dibilang adek-adek&#8211; yang lewat tidak seperti mahasiswi pada umumnya yang sering saya lihat. Baju atasan yang tidak sekedar hem atau kaos warna senada dan kalem, sepatu yang tidak sekedar <em>flat shoes</em> atau keds, wajah yang tidak sekedar tampak sudah mandi. *silahkan tertawa* <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Rasanya saya terdampar entah dimana, hahahha. Semacam banyak sodara 7 icons, cherrybelle, jkt48 dan semacamnya disini. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Tapi lama-lama saya suka memperhatikan gaya mereka memadumadankan busana. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Namun akhirnya kerinduan saya pada kampus perjuangan saya, ITS Surabaya sedikit saya tepiskan. Saya coba lihat sisi tidak biasa seperti yang sering saya lihat di kampus perjuangan dengan cara yang berbeda. Bukan pada orang-orang yang saya temui &#8211;karena sudah pasti lain lumbung lain ikannya&#8211; tapi pada budaya yang ada disini. Tiba-tiba menjadi satu pemandangan yang menarik melihat para mahasiswa(i) menunggu bis kuning alias Bikun di halte stasiun UI ini. Kampus UI Depok yang sangat luas dan berhutan-hutan yang sangat menguras keringat jika ditempuh dengan berjalan kaki. Bis kuning yang sudah menjadi <em>icon </em>kampus ini mempermudah transportasi bagi warga UI dan sekitarnya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain di area kampus UI. Menyenangkan karena banyak sekali mahasiswa yang menggunakan sarana transportasi ini. Jumlah mahasiswa luar kota atau luar pulau yang kuliah di kampus ini yang membawa kendaraan pribadi nampaknya tidak terlalu menjamur, parkiran-parkiran juga nampaknya tidak terlalu penuh. Keren sekali kalau sarana transportasi umum seperti ini diminati banyak orang. Mungkin karena selain ramah lingkungan, bikun ini juga ramah di kantong karena ternyata gratis naik bikun ini. *so swit* *terharu* <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Yang baru saya tau adanya fasilitas peminjaman sepeda &#8211;kuning&#8211; bagi mahasiswa/(mungkin)karyawan  UI, yang ada beberapa stasiun peminjamannya. Peminjaman dilayani dengan menunjukkan KTM, dilayani setiap hari senin-jumat jam 08.00-17.00 (cmiww) yang bisa dipinjam-kembalikan tidak harus pada stasiun peminjaman sepeda yang sama. Di kampus ini sudah ada semacam trotoar khusus untuk pengendara sepeda, namun nampaknya selama kurang lebih satu jam saya duduk-duduk di halte stasiun UI ini tak begitu banyak yang meminjam sepeda, mungkin karena keburu hujan juga. Tapi ini baru pertama kali saya tau ada fasilitas seperti ini, <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesan pertama menginjakkan kaki dan bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi yang lalu lalang adalah : saya yang sudah S.Kom masih merasa seumuran dengan mereka, malah nampaknya mereka lebih berumur daripada saya. *sudah terbukti ada yang membantah mentah-mentah* <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Demikian penggalan cerita sambutan dari kampus kuning di kali pertama saya menginjakkan kaki di sini. Selanjutnya ada cerita lain tentang <a href="http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-jelajah-negeri-kuning-1/" target="_blank">kuning yang lain</a>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arelicharelzh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arelicharelzh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arelicharelzh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arelicharelzh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arelicharelzh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arelicharelzh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arelicharelzh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arelicharelzh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arelicharelzh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arelicharelzh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arelicharelzh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arelicharelzh.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arelicharelzh.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arelicharelzh.wordpress.com/494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arelicharelzh.wordpress.com&amp;blog=5790946&amp;post=494&amp;subd=arelicharelzh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arelicharelzh.wordpress.com/2011/12/15/jakarta-coret-welcome-party/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4a30fea743550bc186e13cbd295555b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arelicharelzh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arelicharelzh.files.wordpress.com/2011/12/mgi_bandung-bogor_executive-ac.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bus MGI</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
