Jakarta Coret – Surprises

Cerita sebelumnya dapat dinikmati disini. Tes hari kedua, (Minggu, 4/12/11)  dimulai pagi hari sekali jam 07.00 hingga siang hari 12.30. masih ada saja kejadian yang engga-engga. Yang bikin lemes. Banyak hal-hal yang tidak terduga terjadi hari itu.

- Surprise #1 : Dari Ojek Gratis sampai Ojek Helm Kuning dan Selembar Uang Kuning

Sebenarnya Mas Fahim bersedia mengantarkan ke Fakultas Teknik untuk tes hari kedua ini. Tetapi ada sesuatu, entah hari Minggu itu ada acara apa. Hampir semua gerbang akses menuju kampus UI Depok tertutup. Nampaknya sedang ada acara sepeda sehat dan mungkin beberapa acara lain yang mungkin juga acara tes SIMAK UI ini, sehingga banyak akses dari luar yang ditutup. Dari yang awalnya berencana dijemput sama Mas Fahim sekitar jam setengah 7 pagi, akhirnya tidak jadi karena letak kos Mas Fahim yang di luar area kampus dan akses terdekat menuju kampus dari kosnya juga ditutup, sedangkan kalau memutar, takut malah telat, ngga nutut waktunya.

Akhirnya setelah menyantap perkedel, saya putuskan untuk naik ojek menuju Fakultas Teknik. Kalau hari Minggu gini di depan asrama sudah ada belasan ojek parkir lengkap dengan helm kuningnya. Seru diliatnya, hampir semua pakai helm kuning yang ada nomornya di bagian belakang. Jadi kalau hari Minggu, meskipun bikun ngga beroperasi, tapi tetep bisa kemana-mana dengan adanya si abang ojek. Saya pun menghampiri salah satu abang ojek, dan mengatakan tujuan yaitu Fakultas Teknik.

Ojek pun melaju –lumayan kencang– menerjang dinginnya udara pagi di sekitar hutan UI, buset ini pak supir ojek, ini mbak-mbak pak, dah gitu dingin pagi-pagi  juga. >.< Ojek melaju melewati rute bikun warna biru, yaitu dari asrama, halte gerbatama, halte stasiun ui, dan belok ke halte fib dan seterusnya. Memakan waktu sekitar sepuluh menit untuk sampa ke Fakultas Teknik. Sesampainya disana sudah ramai mobil, taksi, ojek, sepeda motor berlalu lalang mengantar para peserta tes SIMAK UI.

Turun dari ojek saya menyerahkan selembar uang lima ribuan, pak ojeknya berkata, “tujuh ribu mbak”. saya pun membuka dompet, namun yang ada selain selembar uang kertas kuning tadi adalah selembar lain yangn berwarna biru, alias lima puluh ribuan. Saya serahkan ke pak ojek, “wah, ngga ada kembalian mbak”. Duh, uang dua ribuan saya suda terlanjur saya tukarkan dengan perkedel-perkedel buat sarapan >.< Akhirnya saya katakan pada si bapak ojek bahwa tidak ada uang lain lagi, dan si bapak mengikhlaskan ongkos lima ribu tadi. Haduu, baru memulai pagi uda geje. -__-”

- Surprise #2 : Pensilku Sayang Pensilku Malang

Berbeda dengan tes pada hari pertama yang hanya diikuti sekitar 26 orang. Tes kali ini adalah tes wajib untuk ujian masuk pascasarjana UI, semua jurusan yang dituju. Sedangkan tes pada hari pertama merupakan tes untuk menyaring siapa saja yang layak menerima beasiswa RA TA, khusus untuk jurusan Ilkom UI. Pada tes hari kedua ini rasanya seperti SPMB lagi, banyak banget yang ikut. Bedanya, kalau pas jaman SPMB dulu wajah para pesertanya perpaduan antara lugu, lucu, polos, dan segar karena masih belia, sekarang peserta tesnya lebih berwarna, mulai dari pengguna ransel gede isi macem-macem sampe sepatu high heels dengan berbagai macam wewangian plus wajah-wajah “berumur”. Lokasi tes sendiri disebar ke dalam tiga lokasi, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Keperawatan, dan satu lagi saya lupa. :D Kebetulan saya dan Hisyam mendapat lokasi yang sama namun beda ruangan, yaitu Gedung S2 Pascasarjana Fakultas Teknik.

Tes pada hari itu adalah tes potensi akademik dan tes bahasa inggris. Penrlengkapan perang yang saya bawa adalah papan alas, pensil 2B dua buah, pulpen, rautan, penghapus, dan keluarga alat tulis menulis lainnya. Saya pikir isi tempat pensil saya sudah sangat lengkap, ternyata saya salah. Jumlah pensil dan kondisinya yang seadanya menjadi semacam iklan ketika saya sedang mengerjakan tes. Di pertengahan, pensil saya tumpul, lalu saya rauti, eh ternyata malah patah (bahasa jawa : tugel) :P Saya ambil pensil kedua, ketika tumpul saya rauti, patah juga. Seketika saya langsung gobyos (keringetan, red). Akhirnya saya rauti lagi dengan tangan yang mendadak licin berkeringat dan pensil yang semakin pendek semakin sulit untuk dirauti. Sekitar 15 menit mungkin saya lanjutkan mengerjakan tes dengan membaca sambil merauti pensil sambil gobyos. Aaah, kurang persiapan.. T_T Alhamdulillah satu pensil berhasil menyelamatkan saya sampai tes selesai. *piuh, pel keringet*

- Surprise #3 : Tragedi Kamar Mandi Part 2

Tes potensi akademik dilaksanakan dari jam 07.30 hingga 10.00. Lumayan menguras tenaga, dan seperti biasa, ruangan ber-AC berdampak ingin ke kamar mandi setelah tes. Namun, kamar mandi antrinya panjang sekali, akhirnya saya berpindah ke gedung di sebelahnya, sama antrinya juga sih, sekitar 45 menit waktu yang diberikan untuk istirahat setelah TPA sebelum tes bahasa Inggris habis untuk mengantri 30 menitnya. Hingga akhirnya beberapa ada yang menggunakan kamar mandi pria. :| Saya memilih untuk berada di antrian kamar mandi wanita, hingga akhirnya tiba waktu masuk kembali ke kelas dan saya masih mengantri. Tes dimulai pada jam 11.00, tapi peserta diharapkan masuk ruangan 15 menit sebelumnya. Namun akhirnya, demi bisa tenang mengerjakan di dalam, saya memilih tetap mengantri di antrian kamar mandi wanita. Tepat jam 11.00 saya berhasil lolos dari antrian dan masuk ke kelas. Lari-lari di lorong gedung. Dan sudah bisa ditebak, pikiran saya sudah kacau duluan.

Sampai di dalam ruangan, soal dan lembar jawaban sudah dibagikan, begitu saya duduk, instruksi mulai mengerjakan diberikan. Saya sudah ngos-ngosan, pikiran menjadi tidak jernih. Saya semacam salah perhitungan. But test must goes on. Berbekal sisa tenaga dan pikiran, satu per satu saya kerjakan soal tes bahasa Inggris ini. Soalnya semacam soal TOEFL, tapi tanpa listening. Maak, lumayan susah ini soal, entah karena uda engga fokus atau gimana, tapi yang jelas, dari serangkaian ELPT dan ITP yang pernah saya ikuti, saya rasa ini vocab nya lebih “unordinary“. Bagian structure yang biasanya perlahan-lahan bisa saya kerjakan, tapi ini rasanya lumayan buntu, apalagi bagian reading. Panjang dan susah dimengerti. Dan gara-gara saya telat masuk, saya ngga mengikuti instruksi dari awal. Untuk tes TPA, untuk berpindah mengerjakan soal dari satu bagian ke bagian selanjutanya dipandu oleh pengawas, dan kami tidak boleh mengerjakan soal yang bukan pada waktu pengerjaan bagian tersebut. Seadngkan untuk soal Bahasa Inggris ini, sebenarnya jika saya mengalami kesulitan di bagian awal, saya tidak harus terus mengerjakannya, saya bisa melewatinya dan berpindah ke soal selanjutnya, jika ada sisa waktu saya bisa kembali mengerjakan bagian yang sulit. Tapi saya terbayang-bayang dengan aturan TPA, jadilah saya menghabiskan waktu di bagian structure dan kewalahan di bagian reading. :( Pengerjaan tes Bahasa Inggris ini bernar-benar menggunakan sisa tenaga yang ada, walau beberapa bagian reading akhirnya ‘nembak’, tapi akhirnya saya bisa menyelesaikan tes tersebut dan keluar dengan lunglai.

Setelah pada hari pertama salah masuk kamar mandi, hari kedua salah perhitungan waktu masuk kamar mandi. :( Kalau kata orang Surabaya, “ono-ono ae rel..” :|

- Surprise #4 : Tamu dari Jekardah

Keluar dari gedung tempat tes saya usahakan untuk membuang jauh-jauh lunglai yang ada, ada sms yang menyenangkan, dan saya pun mendadak deg-degan *halah*. Kurang lebih isinya begini, “cuw, aku uda di fakultas teknik, kamu dimana? aku di deket taman kura-kura”. Entah saya sudah tidak peduli dimana letak taman kura-kura, walau lunglai saya usahakan tetap bersemangat. Ada tamu dari jakarta yang datang mengunjungi. (Y)

Sebenarnya bagian ini bukan sebuah surprise, partner saya, ketika saya berada di kereta dari rumah dalam perjalanan menuju Bandung mengabarkan kalau dia akan mengusahakan untuk menengok ke Depok. Tapi karena dia hanya libur hari Sabtu dan Minggu, dan pada hari tersebut saya tes, yang mana tesnya sampai siang, dan setelah tes hari kedua saya rencanakan untuk bertolak ke Bandung, berkali-kali saya katakan pada dia untuk tidak usah mengunjungi. Selain karena waktunya sempit, dia juga belum tahu transport dari Jakarta ke Depok lebih enak naik apa dan bagaimana. Dan dasar orang satu ini memang selalu hobinya membuat surprise, dia tidak memberikan konfirmasi mengenai jadi-tidaknya dia mengunjungi saya. Jadi saya pun berpikir dia tidak jadi datang. Namun saya terkaget ketika sedang mengantri kamar mandi saya menerima sms nya yang mengabarkan dia telah berada dalam perjalanan menggunakan KRL menuju Depok. *Senang* :D

Karena saya tidak tahu dimana letak taman kura-kura, akhirnya saya hubungi partner saya ini agar bertemu di Fakultas Teknik bagian depan saja. Dan akhirnyaa saya bertemu si pentol korek api, :P Lumayan lah buat tempet cerita mewek2 pas stres pasca tes. T_T Dan hari itu saya habiskan dengan bercerita ngalor ngidul jalan ngalor ngidul di sekitar Fakultas Teknik. Setelah merasa lapar, karena saya juga engga tahu dimana tempat makan terdekat, setahu saya hanya di asrama mahasiswa yang tersedia banyak tempat makan, akhirnya saya boyong dia ke asrama dengan naik ojek. Dan lagi-lagi, ternyata saya terlalu cepat senang pada pagi harinya ketika berangkat tes naik ojek. Pada siang itu, perjalanan dari Fakultas teknik ke asrama UI hanya memerlukan waktu sekitar kurang dari lima menit, sedangkan berangkatnya butuh waktu sekitar sepuluh menit. Mengapa demikian? ternyata ada satu jalur lurus yang menghubungkan persis depan Fakultas Teknik dengan asrama mahasiswa UI. Jika pada waktu berangkat dari asrama saya dan pak ojek pergi ke arah kiri dan memutar-mutar melewati banyak fakultas, maka sesungguhnya jika pergi ke arah kanan luruuuuus akan langsung ketemu Fakultas Teknik. :O  Lagi-lagi saya terlalu cepat senang. -__-” Tapi jika lewat jalur lurus tadi memang serem sih, lewat pinggir hutan. Dan menurut cerita, banyak pembunuhan di sana. >.<

Sampai di asrama saya habiskan waktu sekitar tiga jam bersama partner saya dengan makan dan ngobrol kemana-mana di kantin asrama. Haha, setelah (baru) dua minggu tidak bersua, rasanya sesuatu banget ketemu manusia satu itu. :P Sebenarnya antara belum ingin berpisah (halah) dan udah sore. Jadi ceritanya, setelah tes pada hari itu saya ingin langsung bertolak ke Bandung, tetapi karena ada tamu jauh dan Mas Fahim (sebagai pemilik KTM yang menjadi jaminan saya menginap di asrama) tidak bisa dihubungi (belakangan diketahui karena tertidur, capek baru menthesis semalam), akhirnya saya batalkan niat saya. Saya putuskan untuk menambah semalam lagi menginap di asrama. Pada waktu itu juga sudah sore, sampai Bandung bisa-bisa malam, cukup berbahaya buat seorang cewe bepergian malem-malem di tempat yang tidak biasa dikunjungi. Apalagi seturunnya dari bus di Bandung, saya harus naik angkot dua kali, dan saya masih belum tahu seperti apa rupa angkotnya. Akhirnya positif saya bertolak ke Bandung pada Senin (05/12/11).

Jam 16.00 si tamu jauh alias partner kembali ke Jekardah, dari asrama dia naik ojek ke stasiun UI untuk naik KRL. Sekitar satu jam kemudian dia menyampaikan kalau sudah sampai kos. Ternyata lumayan cepat, tau gitu saya suruh dia datang dari hari Sabtu aja, lalu menginap di Mas Fahim, jadi biar agak lama ketemunya *halah*. Hehehe. Terimakasih, sudah menyempatkan datang. :D

Dan malam itu saya lalui dengan masuk angin. Kondisi pulsa internet habis dan hujan gerimis di luar plus pegel habis tes membuat saya tepar. Hanya glibak-glibuk semalaman susah tidur, begitu juga ketika pagi harinya. Rasanya semangat sudah hilang *lebay*. Dan saya pun bertolak ke Bandung dengan diantarkan Mas Fahim mengejar si MGI yang baru saja lewat dan kami tidak tahu kalau bus tersebut MGI jurusan Bandung. -_-” Namun pengejaran gagal, bus nya udah melaju dan pada saat itu hanya ada satu helm yang digunakan Mas Fahim, akhirnya daripada ketemu polisi, kita berhenti di pos pemberhentian dan pengecekan bus MGI di daerah Tanjung Barat. Sekitar satu jam menunggu, MGI muncul membawa asa, -__-”. Selamat tinggal, sampai jumpa..

- Jakarta Coret usai, see you soon.. Insya Allah, aamiin..

Advertisement

4 thoughts on “Jakarta Coret – Surprises

  1. inidini says:

    hahaha, what a story.. jekardah in a glimpse.. give us a lot of “surprise” moments, isn’t it? :)
    Btw part 5 saya udah mw tayang loh, simak ya gan! wkwkwkwk #promosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s