Jakarta Coret – Jelajah Negeri Kuning (1)

Post ini lanjutan dari post saya yang ini, kali ini saya mau bercerita tentang penjelajahan singkat di negeri yang identik dengan warna kuning ini, meskipun begitu berada di dalamnya akan lebih dominan warna hijau daripada warna kuningnya.

Sekitar dua hari tiga malam berada di kampus UI (2/12/11 – 5/12/11), berkat bantuan dari Mas Fahim saya bisa menginap di kamar ekonomi asrama mahasiswa UI yang telah dipesan sebelumnya. Maksud kamar ekonomi ini, karena murah sekali. Untuk per bulannya hanya dikenai biaya IDR 200.000 (sepertinya bisa bawa macem-macem) meskipun kamar mandinya di luar. Kamar berukuran 2.5 x 3 meter mungkin. Fasilitas di dalam kamar satu meja belajar, satu lemari gede, satu kasur busa dan dipannya. Cuman ya itu, kamar mandinya untuk satu lorong ada satu blok yang terdiri dari sekitar 15 kamar mandi berkuran kurang lebih 0.5×2 meter. Over all kamar madinya bersih, tapi ngga bisa buat berenang T__T. Buat gerak agak susah, tapi okelah untuk ukuran kamar mandi umum, setidaknya nggak bau. Di deket blok-blok kamar mandi ada tempat wudhu dan tempat cuci piring. Kecuali menjelang weekend nampaknya juga selalu bersih. Di asrama ini ada pengurus asramanya, yang tukang nyapu2in lorong dan mbersihin lingkungan di luar kamar setiap mahasiswa. Dan juga memasangkan sprei jika ada penghuni baru, seperti saya. :D

Untuk tarif per malam bagi mereka yang menginap hanya beberapa hari dikenai biaya IDR 50.000 per malam. Dan saya (terpaksa) menginap 3 malam disini, 3/4 bulan nih harusnya dapetnya. -__-” Sebenarnya ada kamar yang lebih bagus, IDR 100.000 per malam. Beda utamanya adalah kamar mandi dalam, untuk perbulannya menurut keterangan ibu-ibu pengurus asrama F1 (tempat saya menginap) yang mengantarkan saya ke kamar dan memasangkan sprei untuk kamar saya adalah sekitar IDR 750.000.

Kamar yang saya tempati berada di ujuuuung lorong lantai satu. kalau pas sepi dan sore-sore mendung seperti ketika saya datang, suasananya jadi sedikit seram. Tapi saya berusaha menebar kesan positif dimana-mana, hehehe. Kamarnya lumayan dingin, ada satu jendela yang mengarah ke gedung asrama sebelah dan sedikit hutan nampak di sampingnya, karena ngeri, jendela ini kebanyakan saya tutup kordennya. Hahahhaa

Di asrama ini fasilitasnya lengkap, selain ada kantin semacam kantin pusat, ada laundry, warnet, ATM, minimarket gagal, juga mini sakinah. Mengapa saya sebut minimarket gagal? karena tempatnya lumayan luas, tapi minim isi, sedangkan ada sebutan mini sakinah karena ada toko kecil yang hanya seukuran kamar tidur asrama, tapi segala macem ada. Mulai dari stationary, peralatan mandi dan nyuci (termasuk ember, gayung, hanger, sendal jepit swallow), snack dan minuman, pernik-pernik UI (mulai dari stiker, gantungan kunci, kaos, hingga tali gantungan HP/FD *apasih namanya -__-”*). Lengkap pokoknya walaupun numpuk-numpuk isinya. NB: Sakinah adalah swalayan terlengkap dan termurah di kawasan ITS Surabaya. :D :D

Akhirnya malam pertama menginap di asrama saya ditemani oleh bupuh saya, :P . Beliau khawatir kalau saya sendirian. Asrama ini sebenarnya engga sepi-sepi amat, penduduknya ada semua, dan seringkali berteriak-teriak heboh seperti kos pada umumnya. *Saya sudah membayangkan asramanya serem, sepi, gelap, apalagi depannya hutan*. Nyatanya tidak, akhirnya keesokannya bupuh saya saya sarankan untuk bertolak ke Bandung saja, selain karena kondisi asrama aman, nampaknya ada urusan yang harus beliau selesaikan di Bandung juga.

Tes diadakan dua hari, yaitu Sabtu (3/12/11) dan Minggu (13/12/11). Tes hari sabtu adalah tes kompetensi materi akademik, untuk hari minggunya tes TPA dan Bahasa Inggris. Karena saya rasa minta tolong Mas Fahim untuk mencarikan tempat menginap dan menjemput dari Halte Stasiun UI ke Asrama sudah sangat merepotkan seorang mahasiswa Pascasarjana tahun terakhir. Jadi, karena menurut cerita untuk hari Sabtu masih ada Bis Kuning yang beroperasi -setengah hari– akhirnya saya memilih untuk menaiki Bis Kuning saja, baru tawaran diantarkan ke tempat tes pada hari Minggu nya yang saya terima.

Tes hari Sabtu, yaitu tes kompetensi materi akademik diadakan di gedung Fasilkom UI. Gedung ini dekat dengan Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI) dan perpustakaan pusat UI yang bentuknya seperti rumah teletubbies itu, hehehe. Pengen tau dalemnya kaya apa, blum ada kesempatan tapi kemaren.

Perpustakaan Pusat UI

Perpustakaan Pusat UI

Sumber : http://samanui.wordpress.com/2011/05/14/the-crystal-knowledge-ui-resmi-dibuka/

Untuk menuju lokasi tes, saya berencana menaiki Bis Kuning yang berangkat dari asrama mahasiswa UI. Bikun ini beroperasi dari hari Senin hingga Sabtu. Rutenya ada dua macam (akan dijelaskan kemudian *halah*), berangkat dari asrama mahasiswa UI dan akan kembali ke asrama mahasiswa UI lagi. Kurang lebih sekitar 15 menit sekali bus akan lewat. Karena di pikiran saya asrama mahasiswa itu di dalam kampus, jadi saya tidak mempersenjatai diri sebelumnya dengan mencari informasi bagaimana cara menuju tempat tes. Untungnya saya membawa laptop dan modem –satu-satunya senjata saya yang juga ngga bisa dibawa kemana-mana– yang membantu saya dalam menguak jalan menuju Fasilkom UI. :P

- Mbolang Sebelum Waktunya

Akhirnya saya sempatkan googling pada malam sebelum tes, sebenernya akhirnya banyakan googling nya deh, belajarnya? T__T dan saya mendapatkan informasi rute si Bikun ini. Berikut ini urutan halte pemberhentian si Bikun.

Rute Bis Kuning “TANDA BIRU”
- Halte Bikun Asrama UI (menuju Asrama UI atau Wisma Makara)
- Halte Bikun Gerbatama UI (akses keluar kampus menuju Lenteng Agung)
- Halte Bikun Stasiun UI Depok (akses keluar kampus menuju Gang Sawo atau Jalan Margonda Raya)
- Halte Bikun Fakultas Psikologi (menuju Fakultas Psikologi)
- Halte Bikun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (menuju FISIP)
- Halte Bikun Fakultas Ilmu Budaya (menuju FIB, menuju FASILKOM)
- Halte Bikun Fakultas Ekonomi (menuju FE)
- Halte Bikun Fakultas Teknik (menuju FT atau akses keluar kampus menuju Kukusan Teknik — Kutek)
- Halte Bikun Stadion UI (menuju Stadion UI)
- Halte Bikun Kukusan Kelurahan (menuju Vokasi UI, Gymansium, akses keluar kampus menuju Kukusan Kelurahan — Kukel)
- Halte Bikun PNJ (menuju Pusgiwa, akses keluar kampus menuju PNJ)
- Halte Bikun Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (menuju FMIPA)
- Halte Bikun Fakultas Kesehatan Masyarakat (menuju FKM, menuju Balsid, menuju FIK)
- Halte Bikun Balairung (menuju Balairung, PPMT, Perpus Pusat, dan Rektorat)
- Halte Bikun Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI) (Menuju MUI, Perpus Pusat, FASILKOM)
- Halte Bikun Fakultas Hukum (menuju FH, akses keluar kampus menuju Balik Rell — Barel atau Margonda Raya)
- Halte Bikun Stasiun UI Depok (akses keluar kampus menuju Gang Sawo atau Jalan Margonda Raya)
- Halte Bikun Gerbatama UI (akses keluar kampus menuju Lenteng Agung)
- Halte Bikun Asrama UI (menuju Asrama UI atau Wisma Makara)

Rute Bis Kuning “TANDA MERAH”
- Halte Bikun Asrama UI (menuju Asrama UI atau Wisma Makara)
- Halte Bikun Gerbatama UI (akses keluar kampus menuju Lenteng Agung)
- Halte Bikun Stasiun UI Depok (akses keluar kampus menuju Gang Sawo atau Jalan Margonda Raya)
- Halte Bikun Fakultas Hukum (menuju FH, akses keluar kampus menuju Balik Rell — Barel atau Margonda Raya)
- Halte Bikun Masjid Ukhuwah Islamiyah (MUI) (Menuju MUI, Perpus Pusat, atau FASILKOM)
- Halte Bikun Pondok Cina (menuju Balairung atau akses keluar kampus menuju Pondok Cina, Jalan Raya Margonda, Stasiun Kereta Pondok Cina, atau Universitas Gunadarma Margonda)
- Halte Bikun Fakultas Ilmu Keperawatan (menuju FIK, FKM, dan Balai Sidang)
- Halte Bikun Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (menuju FMIPA)
- Halte Bikun PNJ (menuju Pusgiwa, akses keluar kampus menuju PNJ)
- Halte Bikun Kukusan Kelurahan (menuju Vokasi UI, Gymansium, akses keluar kampus menuju Kukusan Kelurahan — Kukel)
- Halte Bikun Stadion UI (menuju Stadion UI)
- Halte Bikun Fakultas Teknik (menuju FT atau akses keluar kampus menuju Kukusan Teknik — Kutek)
- Halte Bikun Fakultas Ekonomi (menuju FE)
- Halte Bikun Fakultas Ilmu Budaya (menuju FIB atau FASILKOM)
- Halte Bikun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (menuju FISIP)
- Halte Bikun Fakultas Psikologi (menuju Fakultas Psikologi)
- Halte Bikun Stasiun UI Depok (akses keluar kampus menuju Gang Sawo atau Jalan Margonda Raya)
- Halte Bikun Gerbatama UI (akses keluar kampus menuju Lenteng Agung)
- Halte Bikun Asrama UI (menuju Asrama UI atau Wisma Makara)

Sumber : http://penerimaan.ui.ac.id/forum/index.php?action=vthread&forum=11&topic=2060&page=3

Sehari sebelum tes, Jumat (2/12/11) saya sempat ditunjukkan lokasi tes yang di Fasilkom untuk tes hari Sabtu (3/12/11) oleh mas Fahim. Walaupun sempet muter-muter karena sedikit lupa letak Fasilkom nya, akhirnya sampai juga. Dari stasiun UI mungkin hanya butuh waktu 5 menit kalau naik bikun, asal tau jalan menuju gedungnya, karena gedung Fasilkom UI ini tidak terletak di pinggir jalan yang biasa dilalui si bikun.

Dari daftar rute si bikun di atas, kalau mau cepat saya bisa naik bikun biru dan turun di halte FIB atau naik bikun merah dan turun di halte MUI. Akhirnya sekitar jam 8.30 saya berangkat dari asrama UI. Bersama dengan bupuh saya, saya berangkat ke halte asrama menungu bus dan menunggu si bikun –entah merah atau biru– yang akan berangkat. Sekitar jam 9 ada bikun kecil yang berangkat. Sebenarnya saya belum tahu dimana letak si tanda merah dan biru itu, karena sekilas yang keliatan kuning nya aja -__-”. Ternyata tanda merah atau biru nya ini berupa semacam map atau kertas seukuran map folio –entah terbuat dari apa– yang ditaruh di sisi depan kaca bus sebelah kanan bawah (liat bus dari luar, dari depan). Dan kalau ngga salah waktu itu saya naik bikun yang berwarnaa, lupa, tapi menurut kejadian berarti bikun yang saya naiki warnanya biru. Oke, I love blue :*

Berdasarkan pecarian lokasi tes, menurut saya dan saran mas Fahim, lebih enak lewat masjid MUI daripada FIB kalau mau ke Fasilkom (belum saya pastikan lagi, yang jelas kemaren sempet muter-muter ngga nemu gara-gara masuk lewat FIB dan dengan mudahnya keluar ketika lewat masjid MUI). Jadi saya putuskan entah itu bikun kecil warna apa, yang jelas saya harus turun masjid MUI. Sebenarnya saya disarankan bertanya aja ke sopir atau ke penumpang lainnya, enak turun halte mana, tapi lagi engga kondusif waktu itu, bikunnya penuuh, nampaknya banyakan maba pada waktu itu. Saya malah sempet ditanyai dimana halte Balairung itu, :| *saya kan juga ini engga tau T_T*. Yang jelas pada waktu itu saya hanya berbekal jumlah halte yang harus saya lalui untuk sampai ke MUI, yaitu sekitar 14 halte. Akhirnya saking penuhnya bikun, bayak yang berdiri, saya engga bisa tau jumlah halte yang sudah saya lalui, yang jelas perjalanan cukup panjang sekali. Akhirnya di suatu halte pemberhentian, saya bertanya kepada penumpang di sebelah saya dimana letak halte MUI. Dia bilang dua halte lagi. Setelah halte selanjutnya (Balairung) lalu halte MUI. Berarti pada waktu itu saya bertanya ketika berada di halte FKM. Oke, dan saya bersemangat begitu tahu halte MUI belum kelewat hehehe. Akhirnya saya berhasil turun di depan masjid MUI. Rasanya sesuatu sekali, “horee saya tidak nyasar”. Mungkin semacam itu. Tanpa saya sadari bahwa ternyata perjalanan panjang pada hari tersebut semacam mbolang sebelum waktunya part 1, akan ada mbolang terlalu dini part 2 nya. -__-” *Mbolang wannabe*

- Cont’d to Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s